Sukarno Mengajak Nehru Berkunjung Ke Borobudur
Sukarno Mengajak Nehru Berkunjung Ke Borobudur

Sukarno Mengajak Nehru Berkunjung Ke Borobudur

Posted on

Sewa Mobil di Bali

Sukarno mengajak Nehru berkunjung ke Borobudur pada bulan Juni 1950.
Penguasaan estetis dan teknis Borobudur, dan juga ukurannya yang sebenarnya, telah membangkitkan rasa keagungan dan kebanggaan tersendiri bagi orang Indonesia. Sama seperti Angkor Wat untuk Kamboja, Borobudur telah menjadi simbol yang kuat bagi Indonesia – untuk bersaksi atas kebesaran masa lalu. Sukarno menunjukkan tempat itu kepada pejabat asing. Rezim Suharto – menyadari makna simbolis dan ekonominya yang penting – dengan tekun memulai sebuah proyek besar untuk mengembalikan monumen tersebut dengan bantuan dari UNESCO. Banyak museum di Indonesia mengandung replika model skala Borobudur. Monumen ini menjadi ikon hampir, dikelompokkan dengan wayang wayang dan musik gamelan ke masa lalu Jawa klasik yang samar-samar dari mana orang Indonesia mendapatkan inspirasi.

Lambang Jawa Tengah menampilkan Borobudur.
Beberapa peninggalan arkeologi yang diambil dari Borobudur atau replikanya telah dipajang di beberapa museum di Indonesia dan luar negeri. Selain Museum Karmawibhangga di dalam tanah candi Borobudur, beberapa museum membanggakan tempat peninggalan Borobudur, seperti Museum Nasional Indonesia di Jakarta, Tropenmuseum di Amsterdam, British Museum di London, dan Museum Nasional Thailand di Bangkok. Museum Louvre di Paris, Museum Nasional Malaysia di Kuala Lumpur, dan Museum of World Religions di Taipei juga menampilkan replika Borobudur. Monumen tersebut telah menarik perhatian global terhadap peradaban Budha klasik di Jawa kuno.

Penemuan kembali dan rekonstruksi Borobudur telah dipuji oleh umat Buddha Indonesia sebagai tanda kebangkitan Buddhis di Indonesia. Pada tahun 1934, Narada Thera, seorang biarawan misionaris dari Sri Lanka, mengunjungi Indonesia untuk pertama kalinya sebagai bagian dari perjalanannya untuk menyebarkan Dharma di Asia Tenggara. Kesempatan ini digunakan oleh beberapa umat Budha setempat untuk menghidupkan kembali agama Buddha di Indonesia. Upacara penanaman pohon bodhi diadakan di sisi tenggara Borobudur pada tanggal 10 Maret 1934 di bawah restu Narada Thera, dan beberapa Upasaka ditahbiskan sebagai biksu. Sekali setahun, ribuan umat Buddha dari Indonesia dan negara-negara tetangga berduyun-duyun ke Borobudur untuk memperingati upacara wadat nasional

Lambang Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Magelang memuat citra Borobudur. Ini telah menjadi simbol Jawa Tengah, dan juga Indonesia dalam skala yang lebih luas. Borobudur telah menjadi nama beberapa perusahaan, seperti Universitas Borobudur, Hotel Borobudur di Jakarta Pusat, dan beberapa restoran Indonesia di luar negeri. Borobudur telah ditampilkan dalam mata uang Rupiah, perangko, sejumlah buku, publikasi, dokumenter dan materi promosi pariwisata Indonesia. Monumen ini telah menjadi salah satu daya tarik wisata utama di Indonesia, penting untuk menghasilkan ekonomi lokal di wilayah sekitar candi. Sektor pariwisata kota Yogyakarta misalnya, berkembang sebagian karena kedekatannya dengan candi Borobudur dan Prambanan.

Paket Watersport di Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *